Bersikap
realistis
Dalam perkawinan, sangat mungkin timbul
kesultan-kesulitan yang seringkali menjadi alasan perceraian.
Berbagai
kesulitan tersebut misalnya, problem ekonomi, masalah kesehatan, kesukaran
dalam mengasuh anak, kata-kata yang kasar, dan berbagai kesulitan lainnya.
Namun dengan bersikap realistis, pasangan
suami istri akan berupaya mengatasinya, karena mereka telah menyadari bahwa
kehidupan perkawinan tidak selalu mulus, tidak selalu berisi hal-hal yang
indah, melainkan mereka juga harus dapat melewati kesulitan-kesulitannya.
Memang tidak mudah keluar dari kesulitan
perkawinan, tetapi dengan cinta, komitmen bahwa perkawinan adalah ikatan yang
suci serta pengetahuan yang tepat, pasangan suami istri dapat mengatasi hal-hal
yang dapat memisahkan mereka.
.jpg)


.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar