Sabtu, 20 April 2013

Keluarga Ayah Wahid Hasyim


Berupayalah untuk selalu berpikiran positif pada pasangan, 



Ciptakan suasana yang penuh cinta dan upayakan untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang tepat.


Sadari perkawinan sebagai ikatan yang suci
Ingatlah, bahwa perkawinan bukanlah sebagai sarana main-main atau hanya untuk senang-senang. Berpikir seperti itu akan membuat Anda mudah berpikir bahwa jika tidak merasakan kesenangan, Anda dapat mengakhiri perkawinan. Perkawinan akan mempersatukan Anda dan pasangan seumur hidup.









Anak yang Beruntung

1. Anak yang dilahirkan dari kedua orang yang mempunyai keyakinan agama yang kuat, dan mengajarkannya kepada sianak semenjak kecil.

2. Anak yang dilahirkan dari kedua orang tua yang peduli akan masa depan si anak.

3. Anak yang cukup dalam segi materi /kebutuhan hidup.

4. Anak Yang mendapat perhatian dari baik dari segi rohani maupun jasmani dari pihak lain, seperti  guru, saudara, tetangga, walau tidak mendapat kasih sayang dari kedua orang tua. 

Berupayalah untuk selalu berpikiran positif pada pasangan, ciptakan suasana yang penuh cinta dan upayakan untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang tepat. Sebuah pernikahan tidak selalu harus diakhiri dengan bercerai meski terdapat berbagai alasan untuk bercerai. Menikmati perkawinan yang bahagia memang tidak mudah. Suami dan istri perlu memelihara perkawinan agar dapat terus berjalan





Menikmati perkawinan yang bahagia memang tidak mudah. Suami dan istri perlu memelihara perkawinan agar dapat terus berjalan.

Wahid Hasyim


Anak yang Beruntung 



1. Anak yang dilahirkan dari kedua orang yang mempunyai keyakinan agama yang kuat, dan mengajarkannya kepada sianak semenjak kecil.

2. Anak yang dilahirkan dari kedua orang tua yang peduli akan masa depan si anak.

3. Anak yang cukup dalam segi materi /kebutuhan hidup.

 
4. Anak Yang mendapat perhatian dari baik dari segi rohani maupun jasmani dari pihak lain, seperti  guru, saudara, tetangga, walau tidak mendapat kasih sayang dari kedua orang tua.



Jumat, 19 April 2013

Realita Keluarga Indramayu


Bersikap realistis
Dalam perkawinan, sangat mungkin timbul kesultan-kesulitan yang seringkali menjadi alasan perceraian. 
 

Berbagai kesulitan tersebut misalnya, problem ekonomi, masalah kesehatan, kesukaran dalam mengasuh anak, kata-kata yang kasar, dan berbagai kesulitan lainnya. 
 


Namun dengan bersikap realistis, pasangan suami istri akan berupaya mengatasinya, karena mereka telah menyadari bahwa kehidupan perkawinan tidak selalu mulus, tidak selalu berisi hal-hal yang indah, melainkan mereka juga harus dapat melewati kesulitan-kesulitannya.




Memang tidak mudah keluar dari kesulitan perkawinan, tetapi dengan cinta, komitmen bahwa perkawinan adalah ikatan yang suci serta pengetahuan yang tepat, pasangan suami istri dapat mengatasi hal-hal yang dapat memisahkan mereka.